RIEKE CAROLINE, SH.
CEO PT TERAS PERJANJIAN DIGITAL
+62 858 858 10545

Dalam tulisan saya sebelumnya, saya sudah menunjukan bagaimana perjalanan bisnis yang tidak mungkin terhindar dari kehadiran hukum. Masih gak yakin? Yang paling sederhana aja deh. Anda punya pekerja yang membantu jalannya usaha Anda? Apapun sebutan mereka, mereka adalah karyawan Anda. Hubungan Anda dengan mereka adalah hubungan pemberi kerja dan pekerja yang harus dinyatakan dalam Kontrak Kerja.

Mengapa ini penting? Jangan salah, kontrak kerja tidak hanya ditujukan bagi kepentingan pekerja loh, tetapi untuk kepentingan pemberi kerja (perorangan maupun badan). Gak mau donk ditengah jalan sengketa sama pekerjanya sendiri? Apalagi dengan bekerja sama kita, segala rahasia usaha diketahui oleh dia. Gimana bisa menjamin rahasia penting usaha kita aman kalau gak diatur dalam perjanjiannya?

Sebagai pekerja juga harus sadar dengan hak-hak yang dimiliki. Ingat, ketika disodori perjanjian kerja jangan langsung ditandatangan padahal ada yang tidak disetujui. Sebaliknya pemberi kerja harus memastikan perjanjian kerja tidak melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja. Kalau sampai melanggar, fatal akibatnya.

Menurut UU Tenaker, ada dua jenis kontrak kerja. Yang satu waktu tertentu (karyawan kontrak), yang satu waktu tidak tertentu (karyawan tetap). Pemberi kerja harus memutuskan, sifat pekerjaan yang diberikan apakah sementara atau terus menerus. Jangan juga terbalik balik, ingat, masa percobaan tidak dapat diberlakukan kepada karyawan kontrak. Terhadap karyawan kontrak sendiri, ada ketentuan UU perihal perpanjangan dan pembaharuan status. Mengenai waktu kerja, upah, fasilitas, dan PHK semuanya diatur dalam kontrak kerja, sehingga menjadi terang dan tegas, apa saja hak dan kewajiban masing-masing pemberi kerja dan pekerjanya. Ah, usahaku kan masih usaha kecil, kontrak kerja mah untuk usaha besar aja. Eits, salah besar. Kontrak kerja justru menjadi pegangan bagi pemberi kerja untuk menuntut apa yang tertulis dalam kontrak dari pekerjanya dan mengamankan perusahaan dari tuntutan berlebihan dari pekerjanya. Aman, sudah diatur dalam kontrak.

Duh, bagaimana cara membuat kontrak kerja yang fair dan tidak melanggar undang-undang? Serahkan pada dalam buatkontrak.com. Dalam waktu selambat-lambatnya 7 hari, konsultan hukum kami akan menyiapkannya untuk Anda. Biayanya? Hanya Rp 1 juta per dokumen (maksimal 10 halaman) bahasa Indonesia dan Rp 2 juta untuk bahasa Inggris.
Banyak dari klien kami juga meminta tambahan variasi seperti pengaturan ownership program dan vesting. Semua bisa kami siapkan untuk Anda.

Anda bisa mengakses jasa kami secara online melalui http://www.buatkontrak.com
Praktis, mudah, murah. Yang terpenting #MelindungiBisnisAnda